Powered By Blogger

Sunday, January 8, 2017

Poin-poin Penting Sejarah Perekonomian Indonesia

Orde Lama (1945-1966)
  • Perekonomian pada masa orde lama tidak berjalan mulus yang disebabkan oleh ketidaktstabilan politik, pada dekade 1950-an yang nyaris meruntuhkan sendi-sendi ekonomi nasional.
  • Perekonomian Indonesia pada masa orde lama juga disebabkan oleh keterbatasan akan faktor-faktor produksi, tenaga kerja dengan pendidikan/keterampilan yang tinggi, dana (khususnya untuk membangun infrastruktur), teknologi dan kemampuan pemerintah dalam menyusun rencana dan strategi pembangunan yang baik.
  •  Pada tahun 1950-1957 perekonomian diserahkan kepada mekanisme pasar
  • Kemudian pada tahun 1959-1967 perekonomian berpaham sosialisme
  • Inflasi tinggi karena beredarnya tiga mata uang berbeda yaitu mata uang de javasche bank, mata uang hindia belanda dan mata uang jepang.
  • Lebih cenderung kepada pembangunan fisik

Orde Baru (1967-1999)
  • Pemerintahan orde lama meninggalkan berbagai masalah serius bagi pemerintahan Orde Baru, termasuk kelangkaan bahan pangan dan pasokan bahan baku yang nyaris terhenti, hiperinflasi, produksi dalam negeri nyaris terhenti, kerusakan infrastruktur yang parah, terkurasnya cadangan devisa, tingginya tunggakan utang luar negeri (ULN), defisit APBN yang sangat besar, dan krisis neraca pembayaran.
  • Sebelum pembangunan resmi di mulai, terlebih dahulu dilakukan pemulihan stabilitas di semua aspek kehidupan, ekonomi, sosial, dan politik, dan rehabilitasi ekonomi di dalam negeri.
  • Tahun 1969, Indonesia dapat memulai membentuk rancangan pembangunan yang disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA)
  • Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya US$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari US$1.000
  •  Pada awal era Orde Lama ini, sistem ekonomi Indonesia dari sistem ekonomi Komando ke sistem ekonomi pasar, diantaranya adalah dikeluarkannya sejumlah paket kebijakan liberalisasi dalam perdagangan dan investasi.
  • Dalam membiayai pelaksanaan pembangunan, tentu dibutuhkan dana yang besar, di samping mengandalkan devisa dari ekspor nonmigas, pemerintah juga mencari bantuan kredit luar negeri (IMF dan World Bank).
  •  KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial.
  • Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang ditahan

Orde Reformasi (1998-sekarang)
  • Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997.
  • Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan, namun juga kebijakan ekonomi. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun, terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan.
  •  Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.
  •  Pemerintahan Habibie berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar US nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya.
  • Hubungan pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Abdurrahman Wahid dengan IMF juga tidak baik, terutama karena masalah amandemen UU No. 23 tahun 1999 mengenai Bank Indonesia; penerapan otonomi daerah, terutama menyangkut kebebasan daerah untuk pinjam uang dari luar negeri; dan revisi APBN 2001 yang terus tertunda pelaksanaannya
  • Sistem ekonomi Indonesia cenderung semakin kapitalis atau sistem ekonomi pasar semakin luas diterapkan sejak era reformasi pada tahun 1998 sampai sekarang, hal ini disebabkan karena setiap negara menerima bantuan dari IMF harus melakukan apa yang disebut “penyesuaian struktural” yang terdiri atas sejumlah langkah yang harus ditempuh oleh negara-negara penerima bantuan yang menjurus liberalisasi perekonomian mereka.
  • Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM 
  • Kemudian kebijakan kontroversial kedua pada masa pemerintahan SBY yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin, tetapi BLT ini kebanyakan tidak sampai ke tangan yang tidak berhak

Makalah Pemasaran Hasil Pertanian



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang hanya ada dua musim sehingga pertanian sangat cocok di negara ini. Dikarenakan sumber daya manusia yang kurang berkualitas dan kurangnya pengetahuan petani indonesia sehingga produk yang dihasilkan masih kurang.
Menjalani kegiatan pertanian bukan hanya sebatas memproduksi atau melakukan kegiatan pertanian, baik budidaya tanaman maupun beternak sehingga memperoleh hasil pertanian yang berlimpah. Tetapi dibalik itu, bagaimana pasaran untuk hasil usaha tani agar pertanian tersebut dapat menguntungkan dari segi ekonomi. Produktivitas pertanian yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak sepenuhnya dapat diserap oleh pasar. Oleh karena itu, pemasaran untuk hasil usaha tani menjadi kata kunci dalam kegiatan pertanian.
Untuk hasil-hasil itu perlu ada pasaran serta harga yang cukup tinggi guna membayar kembali biaya-biaya tunai dan daya upaya yang telah dikeluarkan petani sewaktu memproduksikannya. Kebanyakan petani harus menjual hasil-hasil usaha taninya sendiri atau di pasar setempat. Karena itu, perangsang bagi mereka untuk memproduksi barang-barang jualan, bukan sekedar untuk dimakan keluarganya sendiri, lebih banyak tergantung pada harga setempat. Harga ini untuk sebagian tergantung pada efisiensi sistem tataniaga yang menghubungkan pasar setempat dengan pasar di kota-kota.

1.2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi masalah dalam makalah ini yaitu:
1.     Apa yang dimaksud dengan pemasaran?
2.     Fungsi Pemasaran Pertanian?
3.     Saluran Pemasaran?
4.     Marjin Pemasaran?
5.     Peran masing-masing lembaga pemasaran?

1.3.      Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui defenisi pemasaran
2.      Untuk mengetahui fungsi pemasaran
3.      Untuk mengetahui lingkungan/saluran pemasaran
4.      Untuk mengetahui marjin pemasaran
5.      Untuk mengetahui peran lembaga pemasaran

Wednesday, November 4, 2015

Pengertian Proyek, Program, Bisnis, Investasi, Perencanaan, Perencanaan Nasional



Proyek
Secara umum pengertian proyek adalah kegiatan yang melibatkan berbagai sumber daya yang terhimpun dalam suatu wadah (organisasi) tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk melakukan kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya atau untuk mencapai sasaran tertentu.
Contoh: Proyek Konstruksi yaitu hasilnya seperti pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, jalan tol dan lain sebagainya.

Program
Program merupakan suatu kegiatan yang multidisiplin, yang berorientasi pada tujuan, yang dirancang oleh berbagai macam tugas, dengan hasil yang telah ditentukan, untuk dicapai pada kurun waktu tertentu, dan dengan keterbatasan sumberdaya yang ada.
Contoh dari program adalah ketika terdapat kebijakan management bencana, maka